4 Tips agar hidup hemat dan tercapainya tujuan finansial

                         Penulis : Satria 

Finansial merupakan sesuatu hal yang penting agar pundi-pundi keuangan anda tetap stabil. Dengan demikian tiada lagi usaha untuk memboroskan keuangan bahkan anda lupa uang telah habis kemana. 

Pada prakteknya kalau tidak dibiasakan dari sekarang maka dikemudian hari akan terjadi penyesalan apalagi keuangan kita digerus oleh tingkat inflansi yang pasti kita alami.

Selain itu juga, faktor dari inflansi nilai rupiah bahkan resensi ekonomi seperti disebabkan oleh politik, isu sosial, bencana alam, bahkan penyakit pandemi Covid-19 seperti sekarang ini tentu menuntut Anda agar senantiasa lebih baik lagi dalam mengelolah keuangan. 

Saya telah merangkumkan beberapa tips yang bisa dijadikan trik agar kita terbiasa hidup berhemat:

1. Sadarkan diri bahwa hidup tanpa uang akan menyulitkan, jadikan pengalaman orang lain bahkan diri sendiri sebagai hukuman saat kita hidup boros

Kebanyakan dari kita apabila mendapatkan uang banyak atau mengalami peningkatan pendapatan maka pengeluaran sering meningkat juga bukan? He....he....sama seperti saya dulu alhasil tabungan 10 % tiada arti karena sisanya 90% buat beli beberapa barang yang seharusnya bukan kebutuhan melainkan keinginan semata. 

Seandainya diri kita mau menyadari bahwa dalam keadaan sulit menjadi pembelajaran maka diri kita sudah tentu mempunyai ketakutan agar tidak terulang lagi. Saya bukan menuntut Anda mengikuti jejak saya mengalami kesulitan setidaknya berpikir untuk memberikan persiapan karena hidup tidak ada yang pasti. 

Merenungi di sini bukan kita paranoid tetapi kita bijak dalam keuangan anggap saja di dalam masanya nanti anda mengalami kesulitan keuangan dan anda sudah menyiapkan jauh jauh hari.

2. Jauhkan dari segala akses yang mempermudah uang anda gunakan 

Siapa yang tak mau mempunyai kartu kredit dan debit agar mempermudah segala transaksi kebutuhan anda. Mengenai kartu kredit penggunaanya harus sesuai dengan apa yang anda perlukan semisal saat darurat saja atau sekedar autodebet. Kembali lagi ke pribadi masing-masing tujuan dari pengguaanya. apabila anda tipe pribadi yang pusing apabila uang terlihat terus dan ingin dibelanjakan saran saya lebih baik jangan menggunakan produk tersebut. Begitu juga dengan debit tunai mempermudah transaksi lagi supaya tidak banyak pengeluaran batasi maksimal saldo agar saldo yang dibatasi tersebut membuat otak kita berpikir bahwa uang sudah sedikit.

Usahakan dipisahkan tabungan yang benar-benar buat jangka panjang dan jangan pendek dengan begitu sudah teebagi-bagi biar kita bisa fokus kemana arah keuangan kita mengalir.

3. Bedakan mana kebutuhan mana keinginan

Secara umum anda sudah tahu tentunya tetapi prakteknya lumayan susah. Jadi pembedanya adalah apabila kebutuhan itu penting sekali dan memang kebutuhan karena apabila kita tidak melakukanya atau tidak menggunakan uang buat keperluan tersebut bakalan bahaya maka itu adalah kebutuhan baik mendesak maupun tidak mendesak. Akan tetapi, apabila kebutuhan itu tidak berpengaruh langsung dikehidupan anda dan memang tidak penting-penting sekali hanya semata keninginan saja itu sesuatu hal yang tidak perlu harus di lakukan . 

Ada yang mengelompokkan menjadi 4 Quadrant : penting dan mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, tidak penting dan tidak mendesak yang akan saya bahas pada halaman berikutnya. 

4. Uang pecahan tertentu harus ditabung

Saat menabung anda terkadang tidak terfokus bahkan sayang mau nabung alasanya banyak sekali kebutuhan. Padahal menabung sangat penting

Saya pribadi pernah mencoba apabila mempunyai uang Rp. 2000,- saya langsung pisahkan masukan celengan alhasil bisa sampai Rp. 200.000,- perbulan. Kita tidak sadar bahwa pengeluaran kita berawal dari uang dalam jumlah kecil.

Coba anda gunakam teknik sendiri pecahan berapa yang mau ditabung supaya terbiasa mempunyai uang cadangan buat keperluan lain.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama