Egois Berlebih Meruntuhkan Jiwa Sosial, ini penjelasanya

Egois Berlebih Meruntuhkan  Jiwa Sosial, ini penjelasanya

Penulis Artikel : Satria

Sebagai Makhluk sosial anda tidak pernah bisa hidup sendiri, apapun alasanya hidup ini pasti memerlukan orang lain. Hubungan yang baik antar manusia menjadi penentu apakah anda layak dibalas kebaikan juga. Interaksi antar sesama manusia juga banyak sekali gangguan dan masalah tentu saja ini mempunyai tantangan tersendiri. Orang yang hebat adalah orang yang bisa menghadapi dan menyikapi lingkunganya dengan baik.

 

Saat menerapkan jiwa sosial anda di masyarakat munkin sering mengalami bahwa sikap ego untuk mempertahankan pendapat maupun hak anda lebih dominan memimpin. Bagaimana ini bisa Terjadi?, itu lumrah karena sejatinya diri kita pasti  mempunyai ego tersebut yang perananya menguntungkan. Sesuatu hal ada manfaat yang luar biasa namun juga akibat berlebihan ada kekuranganya. Tidak salah setiap orang mencoba untuk mencari jalan tengah dengan sebuah kesabaran agar ego bisa terkendalikan.

 

Masyarakat terbentuk dari sekumpulan individu yang saling berinteraksi bukan? Anda yang saling terhubung disebut kelompok masyarakat yang melakukan aktifitas. Ada yang jual beli, saling membantu, saling memberi, saling mendukung baik moral maupun sosial lainya. Kekacauan terjadi apabila sudah diselipi saling jelek menjelekan, saling hina menghina, permusuhan tiada akhir, bahkan saling menyakiti, semua itu pasti ada awalnya kembali lagi yang saya jelaskan siapa yang bebuat baik akan dibalas kebaikan tiada kertas yang terbakar tanpa sebuah api yang mengawalinya. Namun yang jadi pertanyaan sudah layakah anda di balas sbeuah kebaikan ?. Anda sendiri yang memahami diri anda bukan.! Maka mari selalu berbuat baik.

 

Menghilangkan suatu penyakit itu sulit, bukan hanya penyakit secara fisik penyakit non fisik seperti moral dan hati sesuatu hal lebih sulit. Bayangkan saja jika penyakit fisik anda bisa mengobatinya memerlukan proses padahal itu yang sudah Nampak dan menggunakan alat secarah teoritis dan laboratorium apalagi hati yang tidak bisa dilihat secara fisik . Logis bukan?

 

Dikutip dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) egoisme tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain. Lawan dari egoisme ini adal Altruiesme namun saya akan lebih fokus memaparkan egoisme karena berdasarkan banyak kalangan ini bisa di anggap suatu halangan.

 

Biasanya sifat ego anda ini muncul karena merasa sangat penting untuk mememiliki secara keseluruhan meskipun orang lain dirugikan dan ada juga yang mengatakan bahwa ego tidak mau mengalah meskipun itu salah. Apabila diri anda sering melakukan sikap ini maka jangan harap teman-teman yang baik akan selalu berada di dekat anda justru menjauhi dari sikap anda tersebut.

 

Kerugian-kerugian yang akan anda alami tetapi anda sendiri kadang tidak merasakan. Baiklah berikut ini saya jabarkan versi bagilmukeren.com Egois Berlebih Meruntuhkan Jiwa Sosial, ini penjelasanya :

 

Membuat sombong dan merendahkan orang lain 

 

Sikap ego yang dilakukan secara  terus menerus diri dirinya merasa paling benar semuanya, dirinya merasa ujub (baca : bangga berlebih), seakan-akan semuanya dia yang bisa pasti bakal menghancurkan dirinya sendiri. Apa yang menjadi masukan orang lain tidak bakal dirinya  dengan sedangkan dirinya sendiri salah dan keliru bagi sebagian banyak orang. Sikap ini cenderung membuat dirinya semua serba "AKU" tanpa memperdulikan apa yang dirasakan orang lain. Merendahkan orang lain merupakan teman dari sombong, apa yang dilakukan orang munkin kurang berarti bagi dirinya.

 

Susah membedakan baik dan benar

 

Hati yang sudah terkotori dengan sikap egoisme. Berjalanya waktu akan tertutupi dari kebenaran egonya sudah ditunggangi hawa nafsu yang telah menjadi tuan  dirinya sendiri.  Keburukan menjadi hal yang biasa, citra diri tak pernah dihiraukan lagi baginya dirinya baik. Bahkan bisikan nurani tak mampu membangunkanya dari lamunan ego. Sikap mempertahankan diri seolah-olah menjadi ancaman apabila tidak mendapakatkan apa yang ia inginkan dan mengalah adalah sesuatu hal yang mustahil hingga berbagai cara dirinya lakukan.

 

Mudah marah

 

Kita diajarkan untuk memendam amarah meskipun setiap manusia susah mengendalikan hal ini. Saya sendiri juga sama seperti anda, amarah kadang keluar ketika ada sesuatu hal yang membuat emosi. Sayapun mencoba belajar sampai tulisan ini saya terbitkan saya masih selalu belajar bagaimana mengendalikanya. Apabila sikap ego yang tinggi anda pelihara di dalam hati jangan tidak munkin sikap mudah marah akan hadir menemani anda. Ketika berusaha sekuat tenaga agar bisa menguntungkan diri sendiri lagi-lagi nafsu akan mengendalikanya sekuat tenaga juga jangan sampai lepas dari apa yang diinginkanya. Apapun caranya, sungguh mengerikan.

 

Tidak Amanah

 

Percaya dengan orang jangan 100 % memang perlu, simpanlah berapa persen buat jaga-jaga ya. Kita bukan suudzon setidaknya sikap ini untuk kehatian-hatian kita apabila pada orang yang belum lama kita kenal. Begitulah banyak orang bilang faktanya memang benar adanya, banyak kasus penipuan disebabkan dari ego yang tinggi tanpa mempunyai perasaan lagi. Salah satunya amanah.

Memegang apa yang telah diucapkan dan menjadi amanah terhadap apa yang sudah sepakati akan selalu ada aabila tidak mencoba menghilangkan sikap ego berlebih. Semua tentu ada batasnya, seharusnya anda bisa mengambil peran mana yang membuat kita lebih baik seiring waktu bisa kita hilangkan bertahap demi tahap tiada gading yang tidak retak tetapi ka nada sebuah lem..he..he..

itulah tadi Egois Berlebih Meruntuhkan Jiwa Sosial, ini penjelasanya

BACA JUGA :

Cara menghilangkan Kebosanan

ingin jadi entrepenur atau karyawan?


Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama